Jelang Ujian Nasional SLTA 2014 di Aceh Barat

UN 2014

Bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas sederajat, 14 – 16 April 2014 ini merupakan hari penentuan dalam keberlanjutan pendidikan mereka. Ujian Nasional (UN) akan dilakukan sebagai evaluasi akhir dalam pembelajaran. Rentang waktu tersebut merupakan hari-hari yang sangat menentukan masa depan mereka. Tidak lama lagi, hanya 7 hari lagi menuju hari H.

Siswa SMA/MA/SMK di seluruh Kabupaten Aceh Barat juga akan menjalani prosesi yang sama sebagaimana teman-teman mereka jalani di seluruh Indonesia. Tidak hanya siswa yang sibuk, para pendidik di semua sekolah/madrasah telah pro aktif memberi tambahan jam belajar kepada anak-anak didiknya. Baik lewat les tambahan ataupun lewat media lain yang berkaitan. Begitu juga dengan orang tua siswa, turut cemas bagaimana nasib anak-anak mereka dalam ujian nasional nanti. semua yang mereka lakukan ini adalah demi keberhasilan anak-anak mereka.

Semua menyadari bahwa kelulusan Ujian Nasional pada tahun ini juga sangat berpengaruh dengan penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi pemerintah (negeri). Sehingga guru dan orang tua siswa yang memiliki pandangan jauh ke depan, sangat merisaukan ujian nasional kali ini. Sebab ada rencana UN bisa dikonversikan sebagai ujian masuk perguruan tinggi, walau masih banyak penolakan dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Bukan hanya sekolah, guru dan orang tua saja, Dinas Pendidikan juga telah berusaha maksimal dengan memberi dukungan dana dan moril kepada segenap pendidik dan sekolah, agar tiada rintangan dalam prosesi tahunan ini. Dinas Pendidikan Aceh Barat, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Aceh Barat dalam bidang pendidikan sangat memahami persoalan ini. Sehingga jauh-jauh hari telah memberi petunjuk pelaksanaan agar anak didik tidak mengalami kegagalan dalam ujian nasional kali ini.

Dan ini selaras dengan H. T. Alaidinsyah, Bupati dan Rahmat Fitri, Wakil Bupati Aceh Barat sampaikan dalam setiap pertemuan dengan jajaran Dinas Pendidikan bahwa dukungan pemerintah untuk pendidikan sangat tinggi. Janganlah dana APBK yang dianggarkan lebih dari 20% ini sia-sia. Jangan sampai pendidikan kita jeblok terus dibandingkan daerah lain. Sebab tinggi dan rendahnya koefisiensi pendidikan akan berpengaruh bila tingkat kelulusan di perguruan tinggi rendah atau tinggi. Maka bagi pemerintah bukan semata-mata siswa lulus UN sudah selesai persoalan, tidak. Akan tetapi tingkat kelulusan PT juga harus ditingkatkan. Maka tingkatan pendidikan kabupaten aceh Barat di tingkat nasional juga akan naik.

Terakhir, yang menjadi tokoh sentral dalam pelaksanaan UN ini adalah peserta didik atau siswa itu sendiri. Bilamana mereka tidak serius dalam melaksanakan kewajiban mereka, belajar. Maka program yang telah dijalankan hasilnya juga akan minim. Siswa harus pro aktif sendiri untuk lebih giat dalam belajar. Maka hasilpun akan maksimal. Pendidik/Sekolah, Orang tua, masyarakat dan pemerintah harus seiring sejalan dalam mengelola anak didik. Keterkaitan ke-tiga/empat unsur ini menjadi pilar pendidikan yang tidak terpisahkan. Keselarasan antara ketiga unsur ini akan meningkatkan keberhasilan pendidikan itu sendiri.

Kerja keras, ketekunan dan do’a dalam menghadapi masalah akan menjadikan modal awal dalam meraih keberhasilan. [ZyM]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>