MPD Aceh Barat dan Sekolah Rakyat Meulaboh

sikula-rakyat

Majelis Pendidikan Aceh Barat bekerjasama dengan lulusan pendidikan luar negeri dan lulusan magang dari luar negeri membuat sebuah terobosan baru di Aceh Barat. Terobosan ini adalah berupa kelas belajar bahasa Jepang, dalam hal ini bekerja sama dengan lulusan magang Jepang yang tergabung dalam Forum Aceh Jepang Aceh Barat.

Sebenarnya ini bukanlah sebuah ide baru, namun ini juga gagasan awal yang dimunculkan oleh pengurus sebagai amanat dari visi dan misi Bupati Aceh Barat periode 2012-2017 atau bupati yang sedang menjabat sekarang ini. Dimana ada sebuah pusat pengembangan bahasa yang akan menjadi tempat pengembangan bahasa asing bagi anak-anak Aceh Barat, bahasa asing yang dimaksud di sini baik bahasa Inggris, Arab, Jepang, mandarin atau lainnya.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Ketua Bidang Pendidikan Madrasah, Dayah dan Luar Sekolah Ust. Kamil Syafruddin, Lc dan Zulfriansyah ini bertujuan agar anak-anak Aceh Barat dapat memiliki bekal bahasa dalam program magang ke Jepang. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Plh. Bupati Aceh Barat Drs. H. Rachmat Fitri HD, MAP yang mengharapkan agar kegiatan ini dapat berkelanjutan tidak putus setengah jalan. Malahan pada saat pembukaan beliau sempat minum kopi dan makan serabi pagi bersama pengelola sekolah rakyat di tempat ini.

Bukti dukungan ini adalah Pemerintah Aceh Barat memberikan sebuah gedung yang bisa dimanfaatkan oleh kegiatan dimaksud untuk pengembangan kualitas bahasa dan sumberdaya pemuda-pemuda Aceh Barat ini yang teletak di jalan Sisingamangaraja Gampong Drien Rampak Meulaboh, yaitu salah sebuah gedung bekas Dinas Perkebunan dan Kehutanan.

Diharapkan dengan adanya sebuah tempat yang representatif ini dapat terus membangkitkan gairah para pemuda di Aceh Barat untuk bisa belajar bahasa Asing terutama bahasa Jepang sebagai bekal untuk menembus pemagangan ke Jepang. Tentunya bukan hanya terbatas pada pembelajaran bahasa Jepang saja yang akan dilakukan, namun juga diharapkan akan menjadi pusat informasi pendidikan ke luar negeri seperti ke Arab, Malaysia dan lainnya.

Dukungan awal datang dari beberapa pihak yang sangat mendukung program ini baik internal MPD Aceh Barat maupun dari unsur eksternal seperti Kepala MAN Meulaboh, Bapak Suhadi secara personal dan sdr. Romi Setiawan salah seorang pegawai Universitas Teuku Umar menjadi modal awal dalam pengembangan kapasitas anak-anak muda di Aceh Barat. Bantuan yang diberikan baik berupa dana maupun barang seperti meja dan kursi belajar sangat membantu kelancaran kegiatan ini.

Selanjutnya, pengelola pendidikan luar sekolah ini diharapkan akan mampu bekerjasama dengan instansi lain baik dalam kabupaten Aceh Barat maupun dari luar daerah bahkan luar negeri agar tujuan yang ingin dicapai lebih besar manfaatnya bagi segenap warga. Dalam pengelolaannya, pengelola juga tidak menutup diri bagi pemuda luar daerah yang ingin belajar di sini. Dan proses selanjutnya akan menjadi Sekolah Rakyat non formal di Meulaboh yang mampu menjawab persoalan lemahnya bahasa asing anak-anak di Meulaboh dan sekitarnya. [ZYM]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>