Rakor MPD – Disdik Aceh Barat tentang Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Rakor MPD - Dinas
Membuka lembaran baru tahun 2017 Majelis Pendidikan Daerah Kabupaten Aceh Barat langsung membuat Rapat Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kab Aceh Barat tentang pendidikan di Kabupaten Aceh Barat, rakor ini turut dihadiri oleh Kepala SDLB Meulaboh dan Kepala SMP LB Meulaboh. Rapat koordinasi ini dilaksanakan, Jum’at 13 Januari 2017 di Sekretariat MPD Kabupaten Aceh Barat. Dari Dinas Pendidikan hadir Sekretaris, Drs. Tamren dan Banta Lidan, hadir juga kepala SD-LB dan SMP LB, serta hadir juga ketua dan seluruh pengurus MPD Aceh Barat dan Kepala Sekretariat.

Topik yang dibahas dalam pertemuan koordinasi ini adalah pendidikan untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus. Topik ini berangkat dari meudrah pendidikan dengan kelompok nelayan di Kuala Bubon. Pada pertemuan ini salah seorang peserta mengeluh tentang salah seorang cucunya yang memiliki kebutuhan khusus. Anak ini tidak bisa sekolah di sekolah biasa, karena bisa menganggu pembelajaran yang lainnya. Juga bisa mengganggu psikologi anak yang berkebutuhan khusus ini. Apa yang musti dilakukan oleh kami di kecamatan, sementara SDLB hanya ada di Meulaboh saja.

Maka dari masalah itulah MPD Aceh Barat, melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Aceh Barat serta mengundang juga Kepala SDLB Meulaboh dan Kepala SMP LB Meulaboh. MPD ingin menggali persoalan pendidikan inklusif ini di Aceh Barat.

Ternyata masalah yang dihadapi dua sekolah ini sangat luar biasa, disamping lokasi sekolah dan ruangan belajar yang tidak mencukupi untuk proses belajar mengajar. Juga tenaga pendidik atau guru yang mengajar di sekolah ini pun sangat tidak memadai, hanya ada 2 orang tenaga guru tuna netra dan 2 orang guru tuna grahita yang telah PNS. Disamping itu ada juga guru honor yang bisa mengajar anak-anak berkebutuhan khusus. Padahal perbandingan guru dengan siswa di SDLB/SMPLB adalah 1 : 6.

Masalah-masalah yang dihadapi ini bukanlah persoalan baru, belum ada pembaharuan terhadap kedua sekolah ini, walaupun penanganan untuk sekolah ini sudah ditangani oleh Dinas Pendidikan Provinsi. Dibutuhkan penanganan segera terhadap kedua sekolah ini terutama guru, sarana dan prasarana yang ramah anak berkelakuan khusus, dan pendanaan yang memadai serta hal-hal lainnya seperti kampanye bahwa anak berkelakuan khusus ini bukan orang yang musti dipinggirkan, mereka juga berhak untuk pendidikan.

SDLB dan SMPLB, nantinya akan membuat analisis kebutuhan secara menyeluruh yang akan ditujukan kepada pihak terkait. Sehingga kedua sekolah ini bisa membina anak didik sesuai dengan harapan kita semua. Aceh Barat juga bisa memberi pendidikan kepada semua warga termasuk anak-anak yang berkebutuhan khusus ini. [ZYM]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>